iLmu pEmbersih HATI
January 20, 2006Apakah hakikat ilmu yang bermanfaat itu ?
secara syariat, suatu ilmu disebut bermanfaat apabila mengandung maslahat dan memiliki nilai kebaikan bagi sesama manusia ataupun alam. Akan tetapi semakin merasakan kedekatan kepada Dzat maha pemberi iLmu, Alloh dengan iLmunya ia mungkin meningkatkan derajat kemuliaannya dimata manusia, tetapi belum tentu meningkatkan pula di hadapan-Nya.
oleh karena itu, dalam kacamata ma’rifat, gambaran iLmu yang bermanfaat itu sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh seorang ahli hikmah “iLmu yang berguna,” ungkapnya “ialah yang meluas di dalam dada sinar cahaya-nya dan membuka penutup hati” seakan memperjelas ungkapan ahli hikmah tersebut, imam Malik bin Anas r.a berkata “yang bernama iLmu itu bukanlah kepandaian atau banyak meriwayatkan sesuatu, melainkan hanyalah nuur (cahaya) yang diturunkan Alloh ke dalam hati manusia. Adapun bergunanya iLmu itu adalah untuk mendekatkan manusia kepada Alloh dan menjauhkannya dari kesombongan diri”.
iLmu itu hakikatnya adalah kalimat-kalimat Alloh. terhadapnya iLmunya sungguh tidak akan pernah ada satupun Makhluk di jagad raya ini yang bisa mengukur keMAHA Luasan nya. sesuai dengan firman-Nya, “Katakanlah : kalau sekirannya lautan menjadi tinta untuk menuliskan kalimat-kalimat tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis dituliskan kalimat-kalimat tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu pula. ” (QS. Al-Kahfi:18:109 ).
